Gejala
Penyakit Tukak Lambung – Penyakit tukak lambung adalah penyakit yang
disebabkan dengan luka yang terjadi di lambung dan duodenum atau usus
dua belas jari. Penyebab dari penyakit tukak lambung ini disebabkan
karena terjadinya iriyasi yang ditimbulkan oleh cairan lambung yang ada
pada mukosa lambung dan biasanya leinana ini terjadi akibat dari
pertentangan antara cairan lambung sebagai salah satu faktor yang
agresif dan resistensi mukosa lambung sebagai faktor protektif.
Gejala
penyakit tukak lambung adalah nyeri yang terasa pada ulu hati dan akan
hilang jika sudah makan atau bisa dengan menguranginya meminum obat
maag. Tukak lambng akan mengalami remisi atau gejalanya akan berkurang
untuk sementara. Biasanya penyakit tukak lambung ini akan menunjukkan
gejala tukak lambung
dan tukak duodenum. Pada tukak duodenum biasanya nyeri yang terasa akan
sangat sakit pada malam dan juga subuh hari. Sedangkan pada tukak
lambung biasanya gejala yang dirasakan adalah nyeri yang tidak terlalu
berat pada ulu hati, namun rasa sakit ini akan timbul setelah makan. Dan
oleh sebab itulah, penderita penyakit tukak lambung ini biasanya
menjadi tidak mau makan karena takut.
Gejala
penyakit tukak lambung ini biasanya disebabkan karena cedera yang
terjadi pada permukaan mukosa lambung dan biasanya lemahnya terjadi
karena pertahanan pada mukosa lambung yang mempunyai peran dalam
menyebabkan masalah tukak lambung. Sekresi asam lambung yang terjadi
dengan berlebihan, misalnya karena faktor genetic, stress, dan juga
karena masalah psikolog ini merupakan salah satu hal yang membuat tukak
lambung menjadi berat.
Pengobatan
yang dilakukan untuk mengatasi gejala penyakit tukak lambung yang
disebabkan karena Helicobacter pylori yang harusnya diobati dengan
menggunakan antibiotic yang bisa diperoleh melalui resep dokter. Obat tukak lambung
antibiotika yang dipakai adalah variasi kombinasi dari klaritrosimin
dengan amoxilin atau juga bisa dengan metronidazol yang harusnya
digunakan sekitar 2 minggu. Dan selain itu juga, kombinasi dengan
menggunakan obat yang lain akan bertujuan untuk mengurangi produksi asam
lambung, atau melindungi permukaan dari mukosa lambung dan serangan
penyakit asam lambung.
Ada beberapa tipe pada tukak lambung :
Tipe
1 : merupakan tukak lambung yang paling sering terjadi. Letaknya berada
pada kurvatura minor atau juga proximal insisura, dekat pada junction
mukosa onsitik dan antral
Tipe 2 : biasanya lokasi terletak hampir sama dengan tipe 1 namun berhubungan dengan tuka duodenum
Tipe 3 : letaknya beradap 2 cm dari Pilorus (Pyloric channel ulcer)
Tipe 4: letaknya berada pada proksimal abdomen atau juga pada cardia.
Diagnosis
yang dilakukan pada gejala penyakit tukak lambung adalah sekitar 90%
dari mereka yang mengalami gangguan nyeri pada epigastriumnya, seperti
ada rasa terbakar, serta rasa mual dan juga muntah, serta perut yang
kembung, berat badan yang mengalami penurunan, hematemesis, melena dan
juga anemia atau darah rendah yang disebabkan karena erosi pada
superficial atau juga erosi yang muncul pada mukosa gastrointestinal.
Beberapa
pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada penyakit tukak lambung ini
adalah gold standar, yakni pemeriksaan endoskopi pada saluran cerna
bagian atas dan juga biopsi lambung untuk membantu deteksi dari H.
Pylori massa tumor, serta keadaan mukosa lambung.
- Pememriksaan radiologi
Pemeriksaan ini dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada tukak peptik. Gambaran dari kawah, dan jjuga batas jelas serta adanya suatu lipatan yang muncul pada ukosa yang teratur dari pinggiran tukak. Dan apabila ditemukan dipermukaan pinggir tukak tidak teratur yang akan dicurigai menjadi lebih ganas. - Pemeriksaan endoskopi
Pemeriksaan ini dilakukan karena berupa luka yang terbuka pada pinggiran teratur, mukosa licin dan juga normal yang disertai dengan adany suatu lipatan yang keluar dari pinggiran tukak. Dan gambaran pada tukak akibat dari terjadinya suatu keganasan. Dianjurkan untuk melakukan biopsi dan juga endoskopi ulang selama 8-12 minggu setelah terapi eradikasi dilakukan. Keunggulan dari pemeriksaan endoskopi ini dibandingkan radiologi adalah bisa mendeteksi lesi yang kecil yang berdiameter sekitar 0.5 cm, dan bisa melihat lesi yang tertutup oleh darah dengan cara penyempritan air, dan bisa memastikan suatu tukak yang ganas atau juga jinak, dan bisa membantu untuk menentukan adanya suatu kuman H. Pylori sebagai salah satu penyeban munculnya tukak. - Invasive Test
Radpid Urea Test dilakukan. Tes ini merupakan tes kemampuan H. Pylori untuk membantu menghidrolisis urea. Enzim urea katalase yang menguraikan urea menjadi salah satu amonia bikorbonat yang bisa membuat suasananya menjadi lebih basa, yang diukur dengan menggunakan indikator pH. Dan spesimen biopsi dari mukosa pada lambung yang diletakkan pada tempat yang isinya cairan atau juga benda medium padat yang mengandung kandungan urea dan juga pH indikator, Jika dicurigai adanya H. Pylori pada spesimen ini, maka selanjutnya akn diubah menjdi amonia, dan terjadinya suatu perubahan pada pH dan perubahan warnanya.